Sewa mobil malang RAMAH, MURAH dan NYAMAN

CERITA ASLI INDONESIA


          Cerita asli indonesia. halo sobat transnada, kali ini kami akan memberikan cerita menarik asli indonesia untuk sobat transnada yang suka membaca. pasti akan asik dan seru traveling sambil membaca di kendaraan. selamat menikmati..

“MAIN TALI”

cerita asli indonesia

“Ayo ikat yang kuat kudanya biar tidak lari.” Teriak Raychan pada temannya. Raychan anak kelas dua Sekolah Dasar itu lagi asyik bermain kuda-kudaan bersama teman-temannya di luar kelas.

            Raychan mengambil tali raffia yang diikatkan ke tangan temannya yang ditaruh ke belakang. Tentu saja hal ini membuat temannya yang lain tidak mau menjadi kuda. Mereka lebih senang menjadi jokinya saja dalam permainan tersebut.

Tapi Raychan tetap tidak mau peduli. Hanya dia yang ingin menjadi jokinya. Sedang kawannya yang lain harus menjadi kuda dan diikat.

            Ryan adalah seorang anak yang berbadan kecil. Tadinya ia hanya menyaksikan permainan Raychan dan teman-temannya itu dari jauh. Namun kemudian ia tertarik untuk ikut serta dalam permainan tersebut.

            “Boleh saya ikut main dengan kalian?” Tanya Ryan.

            “Tentu saja boleh.” Jawab Raychan.

            Tak beberapa lama akhirnya Ryan yang menjadi kuda. Kemudian Raychan memasang tali dan diikat ke tangan Ryan dengan kuat. Raychan memang sengaja menali tangan Ryan tersebut kuat-kuat agar ia tidak dapat melepaskan diri.

            Pas giliran Ryan sudah merasa capek. Ia pun minta agar tali yang mengikat tangannya dilepaskan. Tapi Raychan menolaknya. Ia ingin agar Ryan terus mau menjadi kudanya.

            “Tolong, saya mau berhenti. Lepaskan tali ini.” Pinta Ryan lagi.

            “Ah, tidak boleh. Permainannya belum selesai.” Ujar Raychan lagi.

            Teman-temannya yang lain memandang dengan iba. Sepertinya Ryan memang ingin berhenti bermain. Sekarang mereka melihat mata Ryan sudah berkaca-kaca ingin menangis.

            “Sudahlah dilepaskan saja tali rafianya itu.” Teriak Kadir, seorang anak yang ikut dalam permainan tali tersebut.

            “Pokoknya tidak boleh.” Kata Raychan lagi. “Kalau mau selesai, lepaskan sendiri talinya. Masak begitu saja tidak bisa.” Ujar Raychan menambahkan lagi.

            Dan akhirnya kini Ryan sudah tidak dapat lagi membendung tangisnya. Ikatan tali yang begitu kuat itu terasa menyiksa tangannya yang meronta-ronta. Ryan menangis dengan kencang.

            Sekarang Kadir tidak membiarkan temannya itu terus menangis. Diambilnya gunting dan dipotonglah tali yang tersimpul mati di tangan Ryan. Kemudian Ryan pun bebas dari ikatan.

            “Kamu kok tega sih sama Ryan. Dia kan masih kecil.” Teriak Kadir kepada Raychan. Mendengar perkataan Kadir membuat Raychan merasa tertantang.

            “Ah, begitu saja. Coba aku yang dipasang tali, pasti aku bisa melepaskan sendiri tali tersebut. Ayo sekarang ikat aku.” Kata Raychan dengan pongah.

            “Baiklah kalau itu maumu.” Jawab Kadir.

            Lalu Kadir pun membuat ikatan di tangan Raychan.

            “Yang kuat mengikatnya. Kalau begitu saja sih gampang lepas. Ayo lebih kuat lagi.” Ujar Raychan.

            “Sekarang kakiku juga. Aku  akan melihatkan atraksi yang hebat.” Kembali Raychan berkata dengan percaya diri yang besar jika ia sanggup melepas tali tersebut. Hingga sekarang kakinya juga diikat oleh kawan-kawannya. Raychan juga menginginkan agar tali yang diikat tersebut dikencangkan. Karena ia akan menunjukkan pada teman-temannya kalau ia bisa dengan mudah melepaskan tali-temali itu.

Sekarang semua tangan dan kaki Raychan telah diikat dengan kuat. Sehingga ketika bergerak sedikit tubuhnya langsung ambruk ke lantai. Namun ia masih dapat berbicara dengan lantang.

“Lihat teman-teman, sebentar saja tali tangan dan kakiku akan bebas. Coba lihat ini bukan sulap bukan sihir.” Teriak Raychan lagi. Semua temannya berkumpul memberi semangat. Mereka bertepuk tangan dan meneriakkan yel-yel.

Raychan terlihat menikmati sekali atraksinya. Ia miring ke kanan dan ke kiri mencoba membuka ikatan tali di tangan dan kakinya.

Namun ternyata semakin ia meronta, semakin terasa kuat tali-temali itu mencengkeram. Dan sekarang wajah Raychan mulai berangsur pucat. Ia sungguh tak mengira jika tangan dan kakinya tidak dapat melepaskan diri dari tali. Ia terus memberontak. Sementara teman-temannya yang melihat keadaan itu terus bertepuk tangan menyemangatinya.

Tiba-tiba bel panjang pertanda masuk kelas terdengar melengking. Semua anak langsung berhamburan masuk ke kelas masing-masing. Dan hal ini makin membuat Raychan bertambah panic.

“Jangan tinggal aku, tolong lepaskan.” Raychan kini benar-benar sudah menangis tersedu-sedu. Ia sudah tidak berdaya dengan tali yang mengikat tangan dan kakinya tersebut.

Tetapi teman-temannya sudah tidak menghiraukannya lagi. Mereka semua langsung masuk kelas. Karena jam ini mereka akan ulangan.

Namun kemudian seorang anak kecil kembali ke tempat Raychan yang terus menangis. Ditangannya tergenggam sebuah gunting.

“Ryan, cepat tolong aku. Sebelum ada bu guru yang melihatku dalam keadaan begini.” Pinta Raychan pada Ryan. Raychan masih terus menangis.

“Ya, ini aku sudah bawakan gunting.” Jawab Ryan yang langsung menggunting tali yang mengikat tangan dan kaki Raychan.

“Terimakasih ya, nanti kita bermain lagi.” Ujar Raychan sambil mengusap airmatanya.

“Ya, tapi aku tidak mau main tali-talian lagi. Nanti tidak bisa lepas. Apa kamu belum kapok?!” Kata Ryan.

“Saya sudah kapok. Maaf ya, nanti kita main yang lain saja.” Raychan berkata sambil malu-malu.

Sekarang keduanya pun tersenyum dan bergegas menuju kelas mereka.

CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA CERITA ASLI INDONESIA cerita budaya indonesia

Terimakasih telah mengunjungi website kami

salam TRANSNADA sewa mobil Malang

rental mobil malang sewa mobil di malang sewa mobil murah malang rental mobil malang sewa mobil di malang sewa mobil murah malang rental mobil malang sewa mobil di malang rental mobil malang murah rental mobil malang

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Call Now
WhatsApp WhatsApp kami