Sewa mobil malang RAMAH, MURAH dan NYAMAN

BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang


BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang

Oleh : Redhite Kurniawan

(Diambil dari Buku Lawang Kota Kenangan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)

Orang-orang Belanda banyak yang menetap di Lawang pada awal abad ke-19. Bangunan umum, rumah, vila dan hotel didirikan. Corak arsitektur yang khas mewarnai bangunan yang ada di Lawang kemudian dikenal dengan nama bangunan Indis.

Bangunan Indis merupakan arsitektur yang dipengaruhi oleh gaya Belanda, tetapi sudah juga disesuaikan dengan keadaan geografi, alam tropis, dan budaya yang ada di Indonesia. Gaya bangunan Indis biasanya besar dan megah, serta berdiri di atas tanah yang luas.

Pada awalnya model rumah seperti ini dibangun oleh orang-orang Belanda di luar kota sebagai tempat peristirahatan. Bangunan besar dan mewah tersebut menyerupai istana dengan ruangan yang dingin karena atap dibangun sangat tinggi yang dilengkapi dengan galeri dan teras marmer.

BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang

Namun, tidak semuanya bangunan Indis dibangun dengan mewah layaknya istana. Beberapa masih dapat ditandai dengan adanya campuran gaya Eropa klasik yang nampak melalui tiang-tiang dan dinding-dinding berplester tebal yang dipadukan dengan unsur tradisional. Hal tersebut dapat ditelusuri lewat adanya beranda depan, samping, dan belakang, serta taman luas yang melatarinya. Nuansa alam Jawa yang sejuk tergambar dengan berbagi tumbuhan yang menambah kesejukan rumah dan bangunan kuno Belanda.

Di jalan poros Surabaya-Malang di sisi kiri setelah melewati fly over, terdapatlah komplek bangunan Indis. Bangunan itu adalah Wilhelminapark Tawangsari. Dibangun tahun 1900-an dan memiliki sejarah yang panjang. Awalnya dipakai sebagai tempat peristirahatan yang terdiri dari 18 rumah Eropa yang dikelilingi pohon-pohon bambu. Juga memiliki panorama yang indah, terutama yang tinggal di lantai atas.

Pada tahun 1942-1945 Wilhelminapark berbalik menjadi kamp tawanan untuk orang-orang Belanda setelah Jepang menduduki Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1946-1947 menjadi markas tentara republik.

Kemudian bangunan itu sekarang menjadi kantor Polisi Militer Angkatan Darat Republik Indonesia. Hingga kini bangunan tersebut masih berdiri kokoh seperti aslinya yang terdahulu.

Gedung peninggalan lainnya yang masih ada dan terawat adalah Gedung Bergzicht yang pada masa kolonial dijadikan sebagai tempat panti asuhan putri Protestan. Gedung itu dahulu berada di Resident Perenboom Boulevard. Kini menjadi Jalan Tawang Argo di Lawang.

Gedung Bergzicht berubah nama menjadi Gedung Griya Bina sekarang ini dan difungsikan sebagai gedung pertemuan dan tempat resepsi pernikahan. Gedung tersebut dikelola oleh Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Lawang.

BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang

Pada masa kolonial tentu informasi dan surat menyurat menjadi hal yang penting. Karenanya Belanda mendirikan kantor pos dan telegram yang terletak di Jl. Tamrin Lawang. Gedung yang berdiri sejak abad 19 tersebut hingga sekarang masih ditempati jawatan yang sama yakni PT. Pos Indonesia Lawang. Meski agak berbeda dengan kondisi sebelumnya, tetapi gedung tersebut masih menyisakan bangunan Indis yang tinggi dan megah.

Waktu berlalu, masa berganti. Banyak hal yang berubah pada pemandangan kota kecil Lawang dulu dan sekarang. Gedung-gedung zaman Belanda banyak yang sudah beralih fungsi tetapi ada juga yang masih digunakan seperti kondisi aslinya. Beberapa gedung masih terlihat sama dengan kondisi awal berdiri seperti Gereja Advent di Karangsono, Gereja GPIB Pelangi Kasih Jl Argopuro dan sekolah zuster Katolik yang sekarang menjadi SDK Franciscus Xaverius Jl. Tawang Argo.

BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang

Namun, beberapa gedung juga mengalami penambahan dan pengurangan­ bangunan. Seperti Hotel Weimar yang menjadi Kepolisian Sektor Lawang, Hotel Montagne menjadi rumah warga, serta beberapa gedung yang menjadi milik negara maupun perorangan.

Sayangnya, masih banyak lagi beberapa gedung peninggalan sejarah yang jumlahnya puluhan rusak tak bertuan atau sengaja dihancurkan. Misalnya villa yang kini ada di belakang Pasar Lawang yang terbengkelai milik resident yang meniru istana Wilhelmina atau rumah di Jl. Pandawa Lawang. Serta deretan gedung di jalan poros Surabaya-Malang yang berubah secara fisik sehingga dikenali sebagai bangunan baru.

BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang

BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang BANGUNAN BELANDA DULU DAN KINI Malang Lawang

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami

salam TRANSNADA sewa mobil Malang 

rental mobil malang sewa mobil di malang sewa mobil murah malang rental mobil malang sewa mobil di malang sewa mobil murah malang rental mobil malang sewa mobil di malang rental mobil malang murah rental mobil malang

 

 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Call Now
WhatsApp chat WhatsApp kami